Sosialisasi Uji Profisiensi ke-16: Balai Besar PPMBTPH Tingkatkan Mutu Layanan PUP secara Digital

Depok—Kamis (24/07/2025), Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (Balai Besar PPMBTPH) kembali menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Uji Profisiensi (UP) secara daring pada Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 281 peserta dari berbagai laboratorium pengujian benih, termasuk Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB), Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), serta perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang perbenihan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari komitmen Balai dalam meningkatkan mutu layanan uji profisiensi secara konsisten dan akuntabel sesuai dengan tugas dan fungsinya
Dalam arahannya, Kepala Balai Besar PPMBTPH menegaskan bahwa Uji Profisiensi merupakan salah satu tugas dan fungsi strategis Balai dalam mendukung sistem mutu pengujian benih nasional. Selain uji profisiensi (UP), Balai Besar juga menjalankan enam layanan publik lainnya, yaitu: Pengujian Mutu Benih di Laboratorium, Penyelenggaraan Bimbingan Teknis, Fasilitasi Penerapan Sistem Manajemen Mutu, Magang, Narasumber dan Penyediaan Benih Dasar dan Benih Pokok.
"Semua layanan ini diharapkan dapat terus berjalan lancar dan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan sistem perbenihan di Indonesia," ujar Kepala Balai.
Kapoksi Pelayanan Teknis dan Jaringan Laboratorium, Amiyarsi Mustika Yukti menjelaskan bahwa pelaksanaan UP sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012, khususnya Pasal 33, yang mengatur perlunya peninjauan ulang terhadap standar pelayanan minimal satu kali dalam setahun. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan: Standar pelayanan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi lingkungan yang berkembang, menjadi dasar perubahan atau perbaikan layanan, menjaga mutu pelayanan agar tetap cepat, mudah, terjangkau, dan teratur.
Sosialisasi ini juga merupakan bentuk implementasi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang mengedepankan prinsip kualitas, keterbukaan, dan akuntabilitas. Koordinator Tim Teknis UP, Herni Susilowati menyampaikan bahwa pelaksanaan UP tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-16, dan terus mengalami penyempurnaan dari sisi teknis khususnya sistem pengelolaan data. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah otomatisasi input data hasil uji.
“Jika sebelumnya peserta mengirimkan hasil uji dalam bentuk cetak dan tim kami melakukan entri ulang, kini peserta langsung menginput data melalui Google Form, sehingga lebih efisien, menghindari kesalahan input, dan mempercepat proses evaluasi,” jelasnya.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi, transparansi, dan efisiensi dalam pengelolaan hasil uji profisiensi.
Dengan adanya kegiatan ini, Balai Besar PPMBTPH dapat berkontribusi dengan memberikan layanan bagi seluruh laboratorium pengujian benih di Indonesia agar semakin berkualitas, andal, dan mampu memenuhi standar nasional maupun internasional. Sosialisasi Uji Profisiensi bukan hanya menjadi rutinitas tahunan, melainkan sarana evaluasi dan pembelajaran bersama dalam menciptakan ekosistem layanan laboratorium yang unggul dan terpercaya.


Penulis : Syakhril Alam
Editor : Siti Nurhaeni