Penyiapan Bahan Uji untuk Uji Profisiensi 2025: Memastikan Kualitas Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura
Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (Balai Besar PPMBTPH) merupakan salah satu unit pelaksana teknis yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2023 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Salah satu fungsi utama Balai ini adalah menyelenggarakan uji banding, yang mencakup uji profisiensi, unjuk kerja metode, uji arbitrase, dan uji acuan antar laboratorium pengujian benih tanaman pangan dan hortikultura.
Pada tahun 2025, Balai Besar PPMBTPH menyelenggarakan uji profisiensi dengan menggunakan benih jagung (Zea mays L.) dan sawi (Brassica rapa L.) sebagai bahan uji. Penyiapan bahan uji merupakan tahap awal yang penting dalam penyelenggaraan uji profisiensi. Bahan uji harus berasal dari lot benih yang tidak terindikasi heterogen secara signifikan. Oleh karena itu, dilakukan uji heterogenitas lot sebelum penetapan bahan uji.
Penyedia bahan uji yang ditetapkan untuk tahun 2025 adalah PT. BISI dan PT. Agri Makmur Pertiwi, yang berlokasi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Uji heterogenitas lot dilakukan terhadap lot-lot bahan uji dari kedua penyedia tersebut untuk mendapatkan bahan uji dengan mutu yang lebih bervariasi.
Untuk memastikan ketersediaan bahan uji yang memenuhi persyaratan, pengambilan contoh benih dilakukan dengan menambahkan lot cadangan selain tiga lot utama. Lot cadangan digunakan jika salah satu lot utama terindikasi homogen secara signifikan.
Pengambilan contoh benih dilakukan secara acak dari gudang penyedia bahan uji di PT. Agri Makmur Pertiwi dan PT. BISI, dengan jumlah masing-masing lot untuk jagung sebanyak 3 lot dan sawi 2 lot. Sampel diambil menggunakan stick trier dengan partisi untuk memastikan representasi vertikal dari setiap wadah, baik dalam bentuk silo maupun karung.
Setiap bahan uji dikemas dengan label yang mencantumkan informasi nomor lot, berat benih, tanggal panen, serta parameter mutu benih seperti kadar air, kemurnian, dan daya berkecambah.
Berikut adalah volume bahan uji yang diperlukan untuk pengujian heterogenitas:
Tabel 1. Volume Benih untuk Uji Heterogenitas Tahun 2025
.png)
Setelah pengambilan contoh benih, dilakukan uji heterogenitas benih di laboratorium. Jika hasil pengujian menunjukkan bahan uji tidak heterogen secara signifikan, maka Penyelenggara Uji Profisiensi (PUP) akan menetapkan bahan uji tersebut untuk digunakan dalam uji profisiensi tahun 2025.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa bahan uji memiliki mutu yang baik dan representatif bagi laboratorium peserta uji profisiensi. Dengan adanya proses ini, diharapkan uji profisiensi dapat berlangsung dengan validitas tinggi untuk mendukung peningkatan kualitas pengujian benih tanaman pangan dan hortikultura di Indonesia.
Dokumentasi kegiatan pengambilan contoh pada PT. Agri Makmur Pertiwi dan PT. BISI dapat dilihat pada gambar 1 sd 4
.png)
Gambar 1. Performa lot bahan uji jagung dan sawi pada PT Agri Makmur Pertiwi
.png)
Gambar 2. Rangkaian kegiatan pengambilan bahan uji/contoh benih jagung dan sawi pada PT. Agri Makmur Pertiwi.
.png)
Gambar 3. Performa lot bahan uji jagung dan sawi pada PT BSI
.png)
Gambar 4. Rangkaian kegiatan pengambilan bahan uji/contoh benih jagung dan sawi pada PT. BISI.
Editor : Siti Nurhaeni
Admin : S Alam