Koordinasi Percepatan LTT dan Kebijakan Serap Gabah: Kolaborasi Menuju Kesejahteraan Petani
Kepala Balai Besar PPMBTPH, Tiurmauli Silalahi bersama tim dan mitra strategis lainnya pada Rabu (15/01), melaksanakan koordinasi di BPP Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam mendukung percepatan luas tambah tanam (LTT) dan mensosialisasikan kebijakan serap gabah yang baru diberlakukan pemerintah. Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi target nasional, tetapi juga menciptakan kesejahteraan berkelanjutan bagi para petani di wilayah tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Bulog hadir sebagai penggerak utama yang menjamin stabilitas harga gabah di tingkat petani. Dengan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp. 6.500,-/kg untuk Gabah Kering Panen (GKP), pemerintah memastikan petani mendapatkan nilai ekonomis yang layak dari hasil panen mereka. Namun, kepastian harga ini tetap disertai dengan persyaratan mutu, seperti kadar air maksimal 25% dan kadar hampa maksimal 10%, yang menjadi panduan penting dalam menjaga kualitas gabah di tingkat nasional.
Koordinasi ini juga melibatkan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) sebagai penggerak utama di lapangan. Dalam diskusi yang dipimpin oleh Kepala BPP Tanjung Lago dan dihadiri oleh Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan, Gapoktan didorong untuk mengambil peran strategis dalam mendukung percepatan LTT. Para petani diingatkan bahwa peningkatan produksi dan kualitas gabah bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi merupakan kerja kolektif yang membutuhkan koordinasi dan sinergi di setiap lini.
Kepala Balai Besar PPMBTPH menegaskan pentingnya kolaborasi ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Dalam arahannya, ia mendorong petani untuk memanfaatkan peluang harga gabah yang kompetitif dengan tetap mematuhi standar kualitas yang ditetapkan. Selain itu, sosialisasi persyaratan serap gabah oleh Bulog diharapkan dapat membantu petani memahami bagaimana memenuhi kriteria tersebut agar hasil panennya diterima dengan harga terbaik.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, daerah, Bulog, dan Gapoktan, mencerminkan semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan di sektor pertanian. Kegiatan ini bukan sekadar tentang percepatan LTT atau kebijakan serap gabah, tetapi lebih jauh menjadi simbol kerja sama yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan nyata petani di lapangan.
Dengan sinergi ini, Kabupaten Banyuasin diharapkan menjadi model keberhasilan dalam mendukung swasembada pangan nasional. Perjalanan menuju ketahanan pangan yang kokoh dimulai dari kolaborasi yang solid, di mana setiap pihak memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan pangan untuk masa kini dan masa depan.
Editor : Siti Nurhaeni/ S Alam
Admin: S Alam